SEKOLAH ALAM MERASA

GEOPIX – BERAU, Sekolah Alam Merasa merupakan sekolah non formal yang berada di desa Merasa, kecamatan Kelay, kabupaten Berau, Kalimantan Timur. Pada awal tahun 2018, para pemuda dan pemudi desa Merasa dengan bantuan Centre for Orangutan Protection (COP) suatu organisasi perlindungan orangutan yang menjalankan pusat rehabilitasi orangutan di dekat desa telah menginisiasi sebuah wadah untuk belajar dan mengajar sebagai wujud kepedulian pada pengembangan diri anak-anak di kampung Merasa. Kreativitas yang diramu dengan bermain sambil belajar di alam terbuka adalah model yang akan diterapkan.

Proses belajar dan mengajar yang bersentuhan langsung dengan alam mengajak peserta didik untuk keluar dari rasa jenuh yang mungkin terjadi di kelas formal. Ada 45 peserta didik yang bergabung mengikuti sekolah ini. Mereka berasal dari Sekolah Dasar Negeri 001 Merasa. Khusus kelas V dan VI yang merupakan angkatan pertama diselenggarakan hari Senin dan Selasa, pada sore hari sepulang jam sekolah formal.

Materi yang diajarkan pada Sekolah Alam Merasa adalah pengenalan lingkungan, English camp, ketangkasan, permainan tradisional dan kesenian. Ini semua melatih para peserta didik untuk berbahasa Inggris namun tetap menjaga nilai-nilai kebudayaan. Kekawatiran putusnya regenerasi kebudayaan suku dayak dan lunturnya kekompakan dan rasa tidak percaya diri mengekspresikan diri menjadi konsentrasi utama Sekolah Alam Merasa.

Paulinus Kristianto yang merupakan staf COP berkata, “Sekolah ini sangat efektif untuk menumbuhkan semangat belajar anak-anak. Hal ini tentu baik bagi perkembangan dunia pendidikan bahwa sekolah dan belajar tidak hanya mengenai duduk dalam ruangan saja.”. Pengajar atau pembimbing yang bergabung tidak harus berasal dari jenjang pendidikan sebagai guru. Sekolah Alam Merasa menerima setiap individu yang rindu berbagi ilmu dan pengalaman bersama untuk menjadi relawan.

“Kami punya mimpi yang sangat besar untuk dapat lebih berkembang dan mempunyai fasilitas memadai untuk menunjang proses belajar mengajar. Komputer, kamus, alat tulis, alat peraga dalam permainan, buku cerita, komik, dogeng ataupun majalah anak-anak.”, celoteh Alung, salah satu peserta didik. (Susilawati, Kontributor Kalimantan Timur)

Post author

Leave a Reply