PERDAGANGAN BURUNG POKSAI SUMATERA (GARRULAX BICOLOR) DI MEDAN

GeopixAsia – Medan, Burung Poksai Sumatera (Garrulax bicolor) merupakan satwa yang hanya dapat di temukan di pulau Sumatera. Saat ini populasi di alam yang masih tersisa berkonsentrasi di Sumatera Utara, Aceh, Sumatra bagian selatan dan barat tetapi sudah sangat kritis karena perburuan untuk di perdagangkan. International Union for Conservation of Nature (IUCN) tahun 2010 memasukan Poksai Sumatera dalam daftar merah sebagai jenis satwa yang vulnarable atau rentan.

Geopix juga mengunjungi pasar burung terbesar di kota Medan yang terletak di jalan bintang atau lebih dikenal pasar Burung Jalan Bintang. Di lokasi ini terdapat beberapa kios yang menjual aneka burung termasuk Poksai Sumatera. Dalam satu kios setidaknya terpantau 25-35 ekor Poksai Sumatera yang dijual dengan kisaran harga Rp 250.000 – Rp 300.000 setiap ekornya. Dalam 2 kali kunjungan Geopix ke Pasar Burung Jalan Bintang setidaknya menemukan lebih dari 120 ekor burung Poksai Sumatera yang dijual bebas di pasar burung ini.

Menurut Rudianto Sembiring dari Indonesian Species Conservation Programe (ISCP), “Burung poksai ditangkap dari alam dengan 2 metode yaitu dengan Jaring dan lem getah pohon. Dan perburuan untuk perdagangan ini adalah salah satu ancaman terbesar untuk keberadaan Poksai Sumatera.”

Meskipun belum masuk dalam kategori burung dilindungi, jika perburuan dan perdagangan terjadi terus menerus tak lama lagi Poksai Sumatera hanya akan menjadi cerita saja tanpa bisa ditemukan keberadaanya di alam. (photo Illustrasi)

Post author

Leave a Reply