NERAKA DI TAMAN KOTA BANJARBARU

Perutnya diikat dengan dengan kawat, kawat pengikatnya hanya sepanjang kira-kira 30cm, matanya hilang satu, dan tidak ada pengkayaan kandang, itulah kondisi Beruk di Taman Kota Banjarbaru. Sang Owa pun kondisinya tidak lebih baik dari sang beruk, berada di kandang 3x3x3 meter tanpa pengkayaan kandang Owa ini masih diikat perutnya menggunakan rantai.

Sangat mengerikan melihat kondisi satwa-satwa yang berada di Taman Kota Banjarbaru ini. Kandang-kandang yang berada di tengah taman dan mengitari sebuah menara ini hanya seluar 3×3 meter saja perkandang. Lantai kandang juga seperti dindingnya yaitu besi kotak-kotak dan tanpa pengkayaan kandang.

Padahal sebagian besar satwa disini adalah satwa liar yang langka dan dilindungi, yang keberadaannya di alam liar sudah pasti sulit ditemui. Seharusnya kehidupan mereka dilestarikan, tetapi di taman kota Banjarbaru ini mereka disia-siakan.

Pengunjung yang melihat juga dengan mudah memberi makanan apapun ke satwa-satwa ini. Resiko penularan penyakit antara satwa dengan manusia dan sebaliknya sangat mungkin terjadi di sini.

Sudah seharusnya Pemerintah Kota lebih memperhatikan nasib-nasib satwa liar yang berada di taman kota Banjarbaru ini. Tidak hanya menjadikan mereka sebagia pelengkap pajangan di taman. Tapi lebih menghargai kehidupan mereka dengan meningkatkan kesejahteraannya. Tentu saja harus memenuhi 5 prinsip kebebasan satwa yaitu :

  1. Bebas dari rasa lapar dan haus
  2. Bebas dari rasa tidak nyaman
  3. Bebas dari rasa sakit, luka dan penyakit
  4. Bebas mengekspresikan perilaku normal
  5. Bebas dari rasa stress dan tertekan

Post author

Leave a Reply